Perjalanan Profesi Supermodel Bella

Perjalanan Profesi Supermodel Bella Hadid, Ikhlas Kerja Keras Untuk Mandiri

Bella Khair Hadid perjalanan profesi supermodel kelas internasional ini telah berpengalaman di dunia fashion semenjak umurnya mencapai 16 tahun. Seperti si kakak, Gigi Hadid, Bella berjalan di catwalk dan mengawali profesinya pada tahun 2012.

Tidak cuman terjalin kontrak dengan beberapa merk ternama internasional seperti Victoria’s Secret, Tag Heuer, Magnum Ice Krim, sampai Dior.

Perjalanan Profesi Supermodel Bella

Bekas pacar The Akhir pekan ini sudah mengantongi kekayaan capai 25 juta Dollar AS (seputar Rp382 miliar) dari kerja hasil kerasnya. Sekarang, namanya juga masuk ke jejeran mode berpenghasilan termahal.

Baca Juga: Penyayang Anjing Inilah Figure Bima Aryo

Bermacam penghargaan sudah bella menangi dalam perjalanan profesi sebagai supermodel, seperti Break Out Star: Women by Reader’s Choice dari Models.com Industry Awards 2015 dan Mode of the Year dari Second Annual Mode Los Angeles Awards pada tahun 2016. Dia raih Mode of the Year: Women by Industry’s Choice dari Models.com Industry Awards 2016.

Bella dan The Mode Family

Bella adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Ayahnya adalah Mohamed Hadid, seorang pelaku bisnis property dan real estate. Saat itu, ibunya yang namanya Yolanda Hadid dikenali sebagai mode senior. Walau adalah masyarakat negara Amerika, tetapi Bella mewariskan darah Belanda dari faksi ibu dan Palestina dari si ayah.

Ke-2 orang tuanya berpisah pada tahun 2000. Dari faksi ayah, Bella memiliki dua saudari tiri yaitu Alana dan Marielle. Sedang ibunya menikah kembali dengan produser dan musikus kawakan, David Foster.

Adapun kakak dan adik kandungan Bella—Gigi dan Anwar profesinya sebagai mode ternama dunia. Ini membuat mass media menyebutkan keluarganya dikatakan sebagai The Mode Family pertama di dunia. Mereka adalah yang terkaya.

Panutan Bekerja Keras Orang Tua

Sama imigran dari 2 negara yang lain, ke-2 orangtua Bella berjumpa dan sama-sama jatuh hati di Amerika Serikat. Karena usaha keras tiada henti, ke-2 nya sukses sukses di sektornya setiap dalam jumlah kekayaan yang besar sekali.

Mohamed Hadid tidak cuman dijumpai pemilik Ritz Carlton Hotel dan perusahaan Hadid Desain dan Development Grup. Dia sukses kumpulkan kekayaan sebesar Rp400 juta Dollar AS (Rp6,1 triliun).

Adapun Yolanda Hadid awalannya berawal dari keluarga yang berkekurangan. Tetapi dengan nekad, dia mengelana ke Amerika dengan bawa uang Rp800 ribu. Walau demikian, terakhir profesinya sebagai mode profesional sudah membuat raih kekayaan sejumlah 45 juta Dollar AS (seputar Rp688 miliar).

Sedang Gigi, si kakak, mendapatkan penghasilan capai 57 juta Dollar AS (Rp872,4 miliar). Seperti adiknya, Gigi jadi salah satunya supermodel berpenghasilan tertinggi di dunia menurut Cosmopolitan dan Forbes.

Sesaat menurut Celebrity Net Worth, adik lelaki mereka, Anwar Hadid raih kekayaan sebesar 4 juta Dollar AS (Rp61,2 miliar). Adapun berdasar halaman Wealthy Gorilla, Bella Hadid raih kekayaan sejumlah 25 juta Dollar AS (Rp382,6 miliar).

Dianggap Bella, dia mengikut tapak jejak si kakak dan ibunya untuk masuk ke dunia mode. Untuknya, ayah dan ibunya adalah beberapa karyawan keras yang luar biasa. Mereka sebagai mewarisi motivasi dan panutan untuk berusaha keras dan raih perolehan besarnya seperti saat ini.

Aslinya Memiliki rambut Pirang

Tidak banyak yang mengetahui bila sejauh ini warna rambut Bella rupanya sama dengan Gigi, yakni blonde. Berdasar pernyataannya, dia menyengaja memberi warna rambutnya jadi brunette karena pribadinya yang lebih rebel and dark dibandingkan Gigi.

Saat interviu bersama Teen Vogue, dia menambah jika hal tersebut adalah strategi supaya khalayak lebih gampang mengenal figurnya dan bisa membandingkan dianya dari Gigi.

Jadi Korban Bully di Sekolah

Merilis situs InStyle, rupanya Bella juga pernah jadi korban gertakan waktu masih remaja. Dia kerap dibanding dengan Gigi yang lebih atletis. Sedang saat itu, Bella memiliki badan lebih gendut sama ukuran pinggul besar dan lingkar pinggang yang kecil.

Disamping itu, dia sering alami perisakan karena mukanya yang dahulu disebutkan “aneh”. Bahkan juga dia sempat ditunjuk sudah lakukan bedah kosmetik walau sebenarnya itu tidak betul.

Menanggung derita Penyakit Lyme

Jarang-jarang yang mengetahui bila Bella, ibu, dan kakak adiknya menanggung derita penyakit Lyme. Pada tahun 2013, dokter mendiagnosa Bella menderita infeksi ini. Gigitan kutu yang menyebarkan bakteri adalah pemicunya.

Lyme membuat penderitanya sering rasakan gempuran kecapekan dan ngilu persendian yang tidak tertahan. Sampai pada akhirnya dia dan keluarga juga lakukan perawatan sebagai pengatasan untuk keadaan itu.

Dikatakan Bella dalam Evening Standar, Lyme masih bercokol dibagian belakang badannya. Akhirnya si mode juga sering rasakan sakit punggung yang tidak tertahan lebih dari 2 tahun.

Itu penyebabnya dahulu dia mau tak mau hentikan hobynya yang suka naik kuda. Walau sebenarnya waktu itu dia berminat untuk mengikut olimpiade picuan kuda. Semenjak umurnya masih tiga tahun, dia dijumpai telah rajin mengikut bermacam persaingan naik kuda.

Jadi Mode Supaya Berdikari Keuangan

Kecuali menunggang kuda, dia mencintai photografi dan akting. Tetapi pada akhirnya dia pilih untuk profesinya sebagai mode untuk kemandirian keuangan. Dia menjelaskan, ke-2 orang tuanya telah bekerja benar-benar keras untuk keluarga.

Dewasa dalam pertimbangan, Bella berasumsi dianya tidak bisa cuman diam menyaksikan usaha ke-2 orang tuanya. Dia pengin membalas usaha keras ayah ibunya secara sama dengan mereka, berusaha keras.

Malas habiskan uang orangtua, dia lalu berkemauan untuk berdikari secara keuangan di usia 18 tahun. Hingga dia juga langsung masuk ke dunia mode di bentang umur 16-17 tahun untuk gagasan keuangan yang lebih bagus di hari esok.

Sukses meniti karier sebagai mode, kecantikannya yang eksotis pernah menghias cover Teen Vogue, Elle, Teen Vogue, Harper’s Bazaar, dan beberapa majalah dengan prestige tinggi yang lain.

Kiprah yang Fantastis

Bella mengawali kiprah pertamanya sebagai mode dalam New York Mode Week. Dia sempat juga hadir untuk cover dari Jalouse Magazine (Desember 2014). Semenjak kiprahnya itu, khalayak seolah tidak pernah melepas penglihatan mata mereka.

Dia diplot jadi mode untuk beberapa merk baju ternama seperti Kanal, Marc Jacobs, Fendi, dan Moschino. Mukanya juga makin kerap tampil di sampul bermacam majalah ternama terhitung Vogue Australia, Teen Vogue, Elle, dan Seventeen.

Bintangi Bermacam Short Movie

Wanita alumnus Parsons School of Desain ini memiliki minat yang tinggi ke seni peranan. Suka berfoto di muka camera dari kecil, dia mulai menjadi bintang beberapa film pendek semenjak tahun 2015.

Waktu itu dia tampil dalam Bella Hadid’s Guide to LA yang selanjutnya diikuti dengan Privat (2016) dan Going Home with Bella Hadid (2017). Bersama Dior Beauty with Bella Hadid, dia sudah memainkan The Date, The Backstage sampai The Party pada tahun 2016.

Selanjutnya pada tahun 2017, dia kembali datang dalam The Make up Talk, The Elevator, The Diner, The Call Time, dan The Tattoo. Tidak itu saja saja, dia jadi mode untuk video musik Down Your Drain dan Baby Love yang ditampilkan Jesse Jo Stark tahun 2014. Pada tahun 2015, dia jadi mode untuk video musik The Weeknd yang dengan judul In the Night dan Might Not.

Strategi Sukses Bella Hadid

Untuk profesinya, Bella juga pernah putus sekolah sampai pada akhirnya tempuh keilmuan di bagian photografi mode. Dia bahkan juga sempat stres dan akui tidak berbahagia berkaitan kepopulerannya. Tetapi itu pengorbanan keseluruhannya untuk sukses besar dan berdikari keuangan.

Kenyataannya, jalan singkat dari keberhasilan adalah usaha keras. Bukan rahasia kembali, usaha keras ialah pengorbanan dan jalan singkat buat capai keberhasilan. Yok panuti semangat Bella yang dalam soal berdikari keuangan.